PENTINGNYA MERAWAT MATA
PENTINGNYA MERAWAT MATA
By: SAYYIDA
NAFISA
30 NOVEMBER 2022
Pentingnya Mata
B.
Struktur / Anantomi Mata
Anatomi mata adalah bagian atau struktur yang
ditemukan secara khusus atau terperinci di dalam mata. Masing-masing bagian
mata tersebut memiliki fungsinya masing-masing yang membantu mata berfungsi dengan
baik. Struktur mata terdiri dari beberapa bagian yaitu kelopak mata (palpebra),
selaput mata (konjungtiva), kornea, bilik mata depan, iris dan pupil, lensa
mata, badan kaca (vitreus), retina dan saraf optik, makula.
C.
Penyakit
yang Terdapat pada Mata
Penyakit pada mata akan sangat menggagu
manusia, berikut beberapa penyakit yang terdapat pada mata.
1) Katarak
Katarak
adalah kelainan pada lensa mata manusia yang menyebabkan lensa mata menjadi
keruh, mengaburkan penglihatan dan berujung pada resiko kebutaan. Kondisi mata
manusia idealnya jernih dan mampu menerima cahaya, yang kemudian dipantulkan ke
retina atau saraf optik. Belum
ditemukan obat untuk menyembuhkan Katarak. Karena itu, solusi utama untuk
menyembuhkan Katarak adalah dengan prosedur operasi Katarak.
2) Glaukoma
Glaukoma merusak dan merusak saraf optik, yang mendukung
penglihatan mata. Kerusakan saraf optik disebabkan oleh penumpukan cairan di
mata, yang meningkatkan tekanan di dalam bola mata.
Ada dua jenis glaukoma, yaitu glaukoma sudut terbuka primer
dan glaukoma sudut sempit. Keduanya bisa disebabkan oleh usia, faktor
keturunan, komplikasi hipertensi, komplikasi diabetes, kondisi mata tertentu
seperti retinal detachment dan retinitis (radang retina).
3) Ametropia
Ametropia adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan cahaya
terfokus langsung pada retina. Kelainan refraksi menyebabkan 9,5 persen
kebutaan di Indonesia. Setiap ametropia mata, yaitu rabun jauh, rabun jauh,
astigmatisme, dan presbiopia.
4) Konjungtivis (mata merah)
Konjungtivitis, atau mata merah, adalah peradangan atau
infeksi pada selaput transparan yang melapisi kelopak mata (konjungtiva), yang
menutupi bagian putih bola mata. Ketika pembuluh darah kecil konjungtiva
meradang, warna merah lebih terlihat menutupi bagian putih bola mata.
5) Pterigium
Pterygium adalah penyakit mata yang disebabkan oleh selaput
lendir yang menutupi bagian putih mata. Penyakit mata ini sering disebabkan
oleh paparan sinar matahari berulang kali.
6) Amblyopia (mata malas)
Amblyopia, juga dikenal sebagai mata malas, sering terjadi
pada anak-anak. Penyakit mata ini terjadi ketika penglihatan salah satu mata
memburuk karena mata dan otak tidak bekerja sama dengan baik.
Ada banyak hal yang dapat menyebabkan mata malas atau
ambliopia. Misalnya strabismus, ketidakseimbangan posisi kedua mata, rabun
jauh, rabun dekat atau astigmatisme pada satu mata dibandingkan mata lainnya.
7) Strabismus
Strabismus adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan
ketidakseimbangan posisi kedua mata sehingga menyebabkan mata tampak juling.
Penyakit mata ini disebabkan oleh kurangnya koordinasi antar mata sehingga
menyebabkan mata melihat ke arah yang berbeda dan tidak fokus pada satu titik
pada satu waktu.
8) Buta Warna
Dari segi medis, buta warna adalah kondisi di mana seseorang
tidak dapat melihat warna sebagaimana mestinya. Kebanyakan orang dengan kondisi
ini kesulitan membedakan warna antara merah, kuning, dan hijau.
9) Presbiopia
Dari segi medis, buta warna adalah kondisi di mana seseorang
tidak dapat melihat warna sebagaimana mestinya. Kebanyakan orang dengan kondisi
ini kesulitan membedakan warna antara merah, kuning, dan hijau.
10) Mata Kering
Mata kering terjadi ketika mata tidak dapat menghasilkan
cukup air mata. Orang tersebut mungkin merasakan ada sesuatu di mata atau
memiliki sensasi terbakar. Dalam kasus yang parah, kekeringan ekstrem dapat
menyebabkan hilangnya penglihatan. Namun, ini jarang terjadi.
D.
Pencegahan Pencegahan Penyakit Mata
Kesehatan mata
perlu dijaga untuk meminimalisir risiko penyakit mata. Berikut ini beberapa hal
yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata:
·
Rutin
memeriksa mata, setidaknya enam bulan sekali,
·
Mengonsumsi
makanan bergizi seimbang. Sayuran berdaun hijau, salmon, tuna, telur,
kacang-kacangan, bluberi, blackberry, dan jeruk jika dikonsumsi
secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan mata.
- Jangan terlalu lama menatap gadget, termasuk
ponsel, televisi, dan laptop.
- Berhenti merokok.
- Bersihkan riasan wajah sebelum tidur.
- Rajin berolahraga, setidaknya 10-30 menit
setiap hari.
- Ketahui faktor risiko penyakit mata. Termasuk
usia, riwayat keluarga dengan penyakit mata, latar belakang kondisi
kesehatan lain (seperti darah tinggi atau diabetes).
- Lindungi mata. Kenakan kacamata hitam, bahkan
di hari mendung untuk melindungi mata dari sinar UVA dan UVB.
Kesehatan mata juga bisa dijaga dengan
mengabaikan berbagai masalah mata. Jika Anda merasa ada butiran pasir di mata
Anda, cucilah dengan air bersih. Jika
mata Anda menjadi gatal atau merah, obati dengan obat tetes mata atau kompres
dingin. Segera hubungi dokter mata jika Anda mengalami gejala di atas, atau
jika mata Anda terasa nyeri, bengkak, sensitif terhadap cahaya, terdapat bintik
hitam yang mengambang saat Anda melihat, atau jika Anda tidak dapat melihat
secara normal. Salah satu
pencegahan penyakit mata juga bisa dengan konsultasi kesehataan mata ke
dokter ahli yaitu doktermata.co.id, Dokter Mata adalah platform Konsultasi
Kesehatan Mata Online
(live Zoom) GRATIS dengan Dokter Spesialis Mata di Indonesia. Dokter Mata
menyediakan pilihan konsultasi online secara chat maupun Live, dimana pasien
bisa menentukan sendiri sesuai kebutuhannya.
E. Pengobatan Penyakit Mata
Salah
satu cara mengobati penyakit mata adalah dengan operasi Lasik memang merupakan
operasi mata menjadi solusi bagi penderita kelainan refraksi untuk bisa melihat
tanpa bantuan alat bantu kacamata. Dengan Lasik, penderita Miopia, Hipermetropia,
Astigmatisme bisa menghilangkan ketergantungan pada alat bantu penglihatan
seperti kacamata dan lensa kontak atau contact lens/softlens.
Anda
mendapatkan banyak manfaat setelah prosedur Lasik. Manfaat berikut memengaruhi
kualitas hidup Anda:
1.
Terbebas dari kaca mata atau softlens
2.
Meningkatkan kepercayaan diri
3.
Menunjang kebutuhan pfofesi
4.
Mengurangi alergi terhadap penggunaan lensa
5.
Menghemat biaya dalam jangka panjang
Daftar Pustaka
-
https://kmu.id/anatomi-mata/ dikses pada 30
november 2022
-
https://kmu.id/mata-katarak diakses pada 30
november 2022
-
https://nationallasikcenter.id/lasik/ diakses pada 30
november 2022
-
https://doktermata.co.id/dokter-mata-konsultasi-kesehatan-mata/ diakses pada 30
november 2022
-
https://www.halodoc.com/kesehatan/penyakit-mata diakses pada 29
november 2022
Komentar
Posting Komentar